Menu Start Windows XP: Percepat Tampilan Menu StartCoba klik [Start] dan arahkan pointer ke salah satu menu, [All Programs] misalnya. Menu di bawah [All Programs] tidak langsung muncul tapi setelah beberapa saat kemudian. Memang ada waktu jeda sejak menu disorot sampai submenu muncul.
Waktu jeda itu bisa dipersingkat agar submenu bisa muncul lebih cepat. Caranya dengan sedikit ngoprek registri.
1. Buka Registry Editor.
2. Masuklah ke HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop\MenuShowDelay.
3. Ubah angka 400 yang menjadi standar Windows menjadi angka yang lebih kecil, 0 misalnya.
4. Klik [OK].
5. Tutup Registry Editor.
6. Restart PC.
Kini coba klik [Start] lagi dan arahkan pointer ke salah satu menu. Jadi cepat, kan? Kalau munculnya submenu dirasa terlalu cepat, lakukan lagi penyuntingan registri, ubah angka ke nilai yang lebih besar.
Koreksi Otomatis Microsoft Word: Menuliskan Dua Huruf Kapital
Microsoft Word telah dilengkapi dengan satu fitur yang mampu mengoreksi kesalahan ketik yang tidak disengaja. Coba saja Anda ketik LAri dilanjutkan dengan spasi, niscaya Microsoft Word akan memperbaiki kesalahan ketik tersebut menjadi Lari.
Repotnya, untuk beberapa kasus misalkan Anda ingin mengetik PCplus, maka Microsoft Word juga akan memaksa penulisan dalam format Pcplus bukannya PCplus seperti yang Anda ketikkan. Untuk penulisan semacam ini, Anda harus menggunakan pengaturan yang tepat untuk kata-kata khusus tersebut.
Beginilah caranya.
1. Jalankan Microsoft Word dari menu [Start] > [All Programs] > [Microsoft Office] > [Microsoft Office Word 2003].
2. Klik menu [Tools] > [AutoCorrect Options...].
3. Dalam jendela AutoCorrect, klik tab yang juga bernama [AutoCorrect].
4. Klik tombol [Exceptions...] di sebelah kanan checkbox [Correct TWo INitial CApitals].
5. Aktifkan tab [INitial CAps] dan masukkan kata yang Anda inginkan pada kolom Don’t correct, misalkan PCplus.
6. Tekan [OK] dan [OK] sekali lagi. Sekarang Anda sudah bisa merasakan perubahannya.
Tingkatkan Performa Flash Disk
Di Windows Me dan Windows 2000, pengoperasian USB flash disk terasa sedikit merepotkan. Anda dipaksa harus mengklik ikon [Safely Remove Hardware] di system tray dan mengklik tombol [Stop] sebelum mencabut piranti USB.
Kini, di Windows XP, kewajiban tersebut sudah tidak ada lagi. Anda bisa mencabut flash disk kapan saja selama tidak dalam proses transfer data. Pengoperasian flash disk pun jadi lebih mudah.
Akan tetapi kemudahan tersebut harus dibayar dengan menurunnya performa flash disk. Ini disebabkan karena Windows harus menonaktifkan fitur write cache demi fleksibilitas tadi, sehingga performa harus dikorbankan.
Nah, bagi Anda yang mengutamakan performa flash disk sebagai nomor satu, Anda harus mengaktifkan write cache ini dari Device Manager. Caranya:
1. Klik [Start] > [Control Panel] > [Performance and Maintenance] > [System].
2. Pilih tab [Hardware].
3. Buka jendela Device Manager dengan mengklik tombol [Device Manager].
4. Masuklah ke disk drives, dan klik kanan pada nama USB flash disk.
5. Pilih [Properties].
6. Masuklah ke tab [Policies] kemudian ubah radio button [Optimize for quick removal] menjadi [Optimize for Performance].
7. Tekan [OK], lalu tutup jendela Device Manager dan System Properties.
8. Restart Windows.
Setelah Anda mengaplikasikan trik ini jangan lupa untuk selalu mengklik [Safely Remove Hardware] sebelum mencabut flash disk.
Windows XP: Mengganti Font Notepad
Notepad merupakan editor teks yang dapat digunakan membuat dokumen teks murni. Tidak ada fungsi pemformatan seperti Microsoft Word atau pengolah kata lainnya. Meski demikian, penggunanya tidak bisa dikatakan sedikit. Bahkan, banyak orang memanfaatkan Notepad sebagai editor untuk membuat halaman Web. Tampilannya yang simpel memudahkan penggunanya membuat catatan-catatan kecil di Notepad.
Dalam program Notepad secara standar digunakan font dengan lebar huruf sama: Lucida Console. Font ini mirip dengan jenis font yang digunakan pada Command Prompt. Apabila Anda ingin “menyulap” font standar dengan jenis font lain, Anda bisa melakukan sedikit perubahan pada registri. Caranya begini.
1. Klik [Start] > [Run...] kemudian ketik regedt32.exe.
2. Masuklah ke subkey HKEY_CURRENT_USER\SOFTWARE\Microsoft\Notepad.
3. Klik ganda string value [lfFaceName] untuk mengubah font default Notepad yang sebelumnya menggunakan Lucida Console.
4. Ganti value data di situ dengan jenis font lain yang diinginkan, misalnya Arial atau Comic Sans MS. Font yang didefinisikan harus sudah terpasang di sistem operasi.
5. Klik [OK].
6. Tutup Registry Editor dan restart PC.
Otomatis Defrag Harddisk
Pada saat Anda meninggalkan komputer, untuk makan atau ke toilet misalnya, secara sekilas terlihat bahwa komputer tidak melakukan apapun bahkan penunjuk penggunaan CPU di Task Manager menunjukkan angka 1 atau 0 persen. PC akan menunggu hingga Anda kembali dan memberi perintah untuk mengerjakan sesuatu.
Pada saat komputer menganggur, secara fisik sebenarnya semua komponen bekerja secara penuh. Harddisk misalnya, tetap berputar meski tak ada aktivitas apapun. Gerakan itu membutuhkan listrik sehingga listrik tetap mengalir dengan daya yang tak jauh berbeda. Sungguh suatu pemborosan.
Daripada listrik mengalir tanpa guna, lebih baik Anda membuat agar harddisk secara otomatis merapikan dirinya guna optimalisasi saat Anda tinggalkan idle alias menganggur. Dengan begini Anda juga akan menghemat waktu karena tidak perlu terlalu sering meluangkan waktu untuk menjalankan Disk Defragmenter dalam periode dekat.
Berikut ini langkah-langkah untuk mengoptimalkan harddisk:
1. klik [Start] > [Run...] kemudian ketik regedt32.exe,
2. masuklah ke subkey HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\OptimalLayout,
3. buatlah sebuah DWORD value baru dengan cara klik kanan mouse pada bagian kanan window, kemudian pilih [New] > [DWORD value],
4. klik ganda [EnableAutoLayout],
5. ganti value data-nya dengan nilai 1,
6. klik [OK], lalu
7. tutup Registry Editor dan restart PC.
Tingkatkan Kinerja Windows
Sistem operasi Windows menggunakan dua memori. Utamanya, Windows menggunakan RAM alias memori utama. Apabila memori utama telah habis dipakai, maka Windows akan membuat memori virtual yang diambil dari sisa kapasitas harddisk.
Kalo begitu, kenapa enggak pakai harddisk saja sebagai memori utama? Kan kapasitas harddisk pasti lebih besar? Memang begitu, tapi kecepatan akses ke harddisk lebih lambat ketimbang kecepatan akses memori utama. Jadi kalau harddisk dijadikan memori utama, pasti PC berjalan lambat. Lain halnya kalau memori utama yang ditambah. PC pasti berjalan lebih cepat.
Andai sebuah PC memiliki memori utama yang cukup besar, bisakah file inti Windows dipindah ke memori utama? Logikanya, karena akses ke seluruh file itu lebih cepat, kinerja Windows meningkat.
Bukan dipindah sebetulnya, tapi “dipindah”. Artinya, cuma seolah-olah disalin ke memori utama. Paging, istilah bulenya.
Caranya kira-kira seperti ini.
1. Jalankan editor registri.
2. Masuklah ke subkey My Computer\HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Session Manager\Memory Management\.
3. Klik ganda [DisablePagingExecutive] yang berada di bagian kanan window, lalu isikan 1 sebagai value data.
4. Klik [OK].
5. Tutup editor registri dan restart PC.
Windows: Cegah Situs Instal Program
Beberapa situs underground memang menarik untuk dikunjungi. Jangan dikira cuma hanya hal negatif saja yang ada disana, kita juga bisa mendapatkan banyak pengetahuan dari situs-situs “bawah tanah” tersebut. Tentang sekuriti misalnya. Ada beberapa trik mengamankan komputer yang mungkin tidak diajarkan dari lembaga resmi.
Pengguna yang masih awam di dunia bawah tanah ini harus ekstra waspada. Pengguna pada level ini sangat rentan dimasuki kode-kode jahat yang tereksekusi secara otomatis saat pengguna mengunjungi suatu situs tertentu.
Yang paling mengesalkan, jika saja Anda berlangganan ke satu situs, yang sebenarnya memiliki konten menarik, namun situs tersebut selalu memaksa pengunjung menginstal suatu perangkat lunak yang fungsinya tidak jelas (bagi pengunjung).
Kalau kondisinya seperti ini, alangkah baiknya kalau kita blok upaya instalasi perangkat lunak dari situs tersebut. Dengan begitu Anda bisa mengunjungi situs tersebut dengan aman. Pemblokiran dapat dilakukan dengan langkah berikut ini.
1. Klik [Start] > [Run..]. kemudian ketik regedt32.exe pada jendela Run yang terbuka.
2. Masuklah ke subkey: HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\InternetSettings\ZoneMap\Domains\.
3. Buat sebuah subkey baru dengan nama top level domain dari situs yang ingin Anda blok. Misalkan situs tersebut beralamat di www.xyz.com/abc, maka Anda harus membuat subkey xyz.com.
4. Klik kanan pada jendela bagian kanan, kemudian klik [New] > [DWORD value] untuk membuat sebuah DWORD value baru.
5. Beri nama DWORD value tersebut dengan nama *.
6. Isikan value data dengan nilai 4.
7. Tutup editor registri dan restart PC untuk merasakan perubahan.
Automatic translation of this blog page
Tuesday, February 3, 2009
Wednesday, October 15, 2008
RPP Kimia-Redoks
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 2( RPP 2)
Sekolah : SMA NEGERI 2 PONTIANAK
Kelas : X (sepuluh)
Mata Pelajaran : KIMIA
Pertemuan : 5 kali
Standar Kompetensi
3 . Memahami sifal-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit, serta oksidasi-reduksi.
Kompetensi Dasar
3 .2 Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi-reduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya.
Indikator
1 . Membedakan konsep oksidasi dan reduksi ditinjau da penggabungan dan pelepasan oksigen, pelepasan dan penerimaan elektron serta peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi.
2. Menentukan bilangan oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion.
3 . Menentukan oksidator dan reduktor dalam reaksi redoks.
4. Mendeskripsikan konsep larutan elektrolit dan konsep redoks dalam memecahkan masalah lingkungan.
5. Memberi nama senyawa menurut IUPAC.
A. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat:
1 . Menjelaskan konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan penggabungan dan pelepasan oksigen.
2. Menuliskan reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan penggabungan dan pelepasan oksigen.
3. Menjelaskan konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan pelepasan dan penerimaan e
4. Menuliskan reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan pelepasan dan penerimaan elektron.
5. Menjelaskan konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan perubahan bilangan oksidasi.
6. Menjelaskan pengertian reaksi redoks.
7. Menjelaskan pengertian bilangan oksidasi.
8. Menjelaskan aturan penentuan bilangan oksidasi.
9. Menjelaskan penggunaan bilangan oksidasi untuk reaksi oksidasi dan reduksi.
10. Menentukan reduktor dan oksidator
1 1 . Menjelaskan pengertian reaksi autoredoks (reaksi disproporsionasi).
12. Menuliskan reaksi autoredoks (reaksi disproporsionasi).
13. menjelaskan aplikasi konsep redoks dalam kehidupan sehari-hari.
14. menjelaslan tata nama IUPAC berdasarkan bilangan oksidasi.
B. Materi Pembelajaran
1 . Konsep Reaksi Oksidasi dan Reduksi
2. Bilangan Oksidasi
3 . Aplikasi redoks dalam memecahkan maslah lingkungan
4. Tata nama menurut JUPAC
C. Metode Pembelajaran
1. Model : - Direct Instruction (DI)
- Cooperative Learning
2. Metode : - Demonstrasi
- Diskusi kelompok
- Ceramah
D. Langkah-Iangkah Kegiatan
PERTEMUAN PERTAMA/KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
© Motivasi dan Apersepsi:
© Demontrasi reaksi pembakaran kertas dan serah terima elektron yaitu antara paku besi dan asam sulfat
© Prasyarat pengetahuan:
* Apakah yang dimaksud dengan reaksi redoks?
* Apakah yang dimaksud dengan bilangan oksidasi?
b. Kegiatan Inti
1 . Guru meminta siswa duduk berkelompok.
2. Siswa (dibimbing oleh guru) mendiskusikan konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan penggabungan dan pelepasan oksigen.
3. Siswa memperhatikan contoh penulisan reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan penggabungan dan pelepasan oksigen yang disampaikan oleh guru.
4. Siswa dalam setiap kelompok mendiskusikan konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan pelepasan dan penerimaan elektron.
5. Siswa dalam kelompoknya mendiskusikan penulisan reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan pelepasan dan penerimaan elektron.
6. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara kiasikal.
7. Guru menanggapi basil diskusi kelompok Siswa dan memberikan informasi yang sebenarnya.
C. Kegiatan Penutup
1 . Siswa (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
2. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.
PERTEMUAN KETIGA
a. Kegiatan Pendahnluan
© Motivasi dan Apersepsi:
* Apa perbedaan unsur hidrogen dalam senyawa air dan peroksida?
© Prasyarat pengetahuan:
* Apakah yang dimaksud dengan reaksi redoks?
* Apakah yang dimaksud dengan bilangan oksidasi?
b. Kegiatan Inti
1. Guru meminta siswa duduk berkelompok.
2. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan perubahan bilangan oksidasi.
3. perwakilan dari tiap kelompok diminta masuk menjelaskan pengertian reaksi redoks.
4. siswa (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian bilangan oksidasi.
5. Siswa memperhatikan aturan penentuan bilangan oksidasi yang disampaikan oleh guru.
6. Siswa memperhatikan contoh soal penentuan bilangan oksidasi dalam senyawa yang disampaikan oleh guru.
7. Guru meminta siswa mengerjakan latihan soal dengan dibimbing
8. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai penggunaan bilangan oksidasi untuk reaksi oksidasi dan reduksi.
C. Kegiatan Penutup
1 . Siswa (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
2. Guru memberikan tugas di rumah
PERTEMUAN KEEMPAT
a. Kegiatan Pendahuluan
© Motivasi dan Apersepsi:
* Bagaimana cara kerja air aki?
© Prasyarat pengetahuan:
* Apa yang dimaksud dengan reduktor dan oksidator?
b. Kegiatan Inti
1. Siswa berdiskusi dalam kelompok mengenai reduktor dan oksidator
2. Perwakilan siswa menjelaskan pengertian reduktor dan oksidator
3. Siswa memperhatikan contoh soal menentukan reduktor dan oksidator dalam reaksi redoks yang disampaikan oleh guru.
4. Guru memberikan beberapa soal menentukan reduktor dan oksidator dalam reaksi redoks untuk dikerjakan oleh siswa.
5. Guru mengoreksi jawaban siswa apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat siswa yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
C. Kegiatan Penutup
1. Siswa (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
2. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.
PERTEMUAN KELIMA/KEENAM
a. Kegiatan Pendahuluan
© Motivasi dan Apersepsi:
* Sebutkan peristiwa di sekitar kita yang melibatkan reaksi redoks.
* Bagaimana cam menuliskan tata nama senyawa menurut IUPAC? © Prasyarat pengetahuan:
* Bagaimana aplikasi konsep redoks dalam kehidupari sehari
* Bagaimana aturan tata nama JUPAC berdas&kan bilangan oksidasi?
b. Kegiatan Inti
1. Guru membimbing Siswa dalam pembentukan kelompok.
2. Siswa (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian reaksi autoredoks (reaksi
disproporsionasi).
3. Siswa memperhatikan penulisan reaksi autoredoks (reaksi disproporsionasi) yang disampaikan oleh guru.
4. Siswa dalam setiap kelompok mendiskusikan aplikasi konsep redoks dalam kehidupan sehari
5. Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan basil diskusinya di depari kelompok yang lain.
6. Guru menanggapi hasil diskusi kelompok siswaw dan memberikan informasi yang sebenarnya.
7 Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai tata nama JUPAC berdasarkan bilangan oksidasi (untuk senyawa biner da logam dan non-logam, senyawa biner da non-logam dan non-logam, senyawa yang mengandung ion poliatom, dan senyawa asam).
8. Siswa memperhatikan contoh soal penulisan tata nama senyawa berdasarkan bilangan oksidasi yang disampaikan oleh guru.
9. Guru memberikan beberapa soal penulisan tata nama senyawa berdasarkan bilangan oksidasi untuk dikerjakan o!eh Siswa
l0. Guru mengoreksi jawabari Siswa apakab sudah benar at& belum. Jika masih terdapat Siswa yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
c. Kegiatan Penutup
1 . Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
2. Siswa (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
3. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.
E. Sumber Belajar
a. Buku Kimia paket SMA, Ganeca dan Grafindo
b. Laboratorium
C. Lingkungan
d. Internet
F. Penilaian HasH Belajar
a. Teknik Penilajan:
- Testertulis
- Penugasan
b. Bentuk Instrumen:
- Tes PG
- Tes isian
- Tes uraian
- Tugas rumah
C. Contoh Instrumen:
- Contoh tes PG
Bilangan oksidasi Cr path senyawa K adalah....
a. +3 d.+6
b.+4 e.+7
c. +5
- Contoh tes isian
Menurut IUPAC, senyawa dengan rumus kimia N mempunyai nama ....
- Contoh tes uraian
Berdasarkan perubahan bilangan okidasi yang terjadi, tentukan zat yang teroksidasi, zat yang tereduksi, oksidator, dan reduktor pada reaksi berikut.
- Contoh tugas rumah
Carilah contoh pemecahan masalah lingkungan dari internet
Pontianak, 2 Januari 2008
Mengetahui
Kepala SMAN 2 Pontianak Guru Mata Pelajaran
Drs. H. Bunyamin Syf Elly Daryati, SHut
NIP. 131414161 NIP. 520015925
Sekolah : SMA NEGERI 2 PONTIANAK
Kelas : X (sepuluh)
Mata Pelajaran : KIMIA
Pertemuan : 5 kali
Standar Kompetensi
3 . Memahami sifal-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit, serta oksidasi-reduksi.
Kompetensi Dasar
3 .2 Menjelaskan perkembangan konsep reaksi oksidasi-reduksi dan hubungannya dengan tata nama senyawa serta penerapannya.
Indikator
1 . Membedakan konsep oksidasi dan reduksi ditinjau da penggabungan dan pelepasan oksigen, pelepasan dan penerimaan elektron serta peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi.
2. Menentukan bilangan oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion.
3 . Menentukan oksidator dan reduktor dalam reaksi redoks.
4. Mendeskripsikan konsep larutan elektrolit dan konsep redoks dalam memecahkan masalah lingkungan.
5. Memberi nama senyawa menurut IUPAC.
A. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat:
1 . Menjelaskan konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan penggabungan dan pelepasan oksigen.
2. Menuliskan reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan penggabungan dan pelepasan oksigen.
3. Menjelaskan konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan pelepasan dan penerimaan e
4. Menuliskan reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan pelepasan dan penerimaan elektron.
5. Menjelaskan konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan perubahan bilangan oksidasi.
6. Menjelaskan pengertian reaksi redoks.
7. Menjelaskan pengertian bilangan oksidasi.
8. Menjelaskan aturan penentuan bilangan oksidasi.
9. Menjelaskan penggunaan bilangan oksidasi untuk reaksi oksidasi dan reduksi.
10. Menentukan reduktor dan oksidator
1 1 . Menjelaskan pengertian reaksi autoredoks (reaksi disproporsionasi).
12. Menuliskan reaksi autoredoks (reaksi disproporsionasi).
13. menjelaskan aplikasi konsep redoks dalam kehidupan sehari-hari.
14. menjelaslan tata nama IUPAC berdasarkan bilangan oksidasi.
B. Materi Pembelajaran
1 . Konsep Reaksi Oksidasi dan Reduksi
2. Bilangan Oksidasi
3 . Aplikasi redoks dalam memecahkan maslah lingkungan
4. Tata nama menurut JUPAC
C. Metode Pembelajaran
1. Model : - Direct Instruction (DI)
- Cooperative Learning
2. Metode : - Demonstrasi
- Diskusi kelompok
- Ceramah
D. Langkah-Iangkah Kegiatan
PERTEMUAN PERTAMA/KEDUA
a. Kegiatan Pendahuluan
© Motivasi dan Apersepsi:
© Demontrasi reaksi pembakaran kertas dan serah terima elektron yaitu antara paku besi dan asam sulfat
© Prasyarat pengetahuan:
* Apakah yang dimaksud dengan reaksi redoks?
* Apakah yang dimaksud dengan bilangan oksidasi?
b. Kegiatan Inti
1 . Guru meminta siswa duduk berkelompok.
2. Siswa (dibimbing oleh guru) mendiskusikan konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan penggabungan dan pelepasan oksigen.
3. Siswa memperhatikan contoh penulisan reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan penggabungan dan pelepasan oksigen yang disampaikan oleh guru.
4. Siswa dalam setiap kelompok mendiskusikan konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan pelepasan dan penerimaan elektron.
5. Siswa dalam kelompoknya mendiskusikan penulisan reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan pelepasan dan penerimaan elektron.
6. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara kiasikal.
7. Guru menanggapi basil diskusi kelompok Siswa dan memberikan informasi yang sebenarnya.
C. Kegiatan Penutup
1 . Siswa (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
2. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.
PERTEMUAN KETIGA
a. Kegiatan Pendahnluan
© Motivasi dan Apersepsi:
* Apa perbedaan unsur hidrogen dalam senyawa air dan peroksida?
© Prasyarat pengetahuan:
* Apakah yang dimaksud dengan reaksi redoks?
* Apakah yang dimaksud dengan bilangan oksidasi?
b. Kegiatan Inti
1. Guru meminta siswa duduk berkelompok.
2. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan perubahan bilangan oksidasi.
3. perwakilan dari tiap kelompok diminta masuk menjelaskan pengertian reaksi redoks.
4. siswa (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian bilangan oksidasi.
5. Siswa memperhatikan aturan penentuan bilangan oksidasi yang disampaikan oleh guru.
6. Siswa memperhatikan contoh soal penentuan bilangan oksidasi dalam senyawa yang disampaikan oleh guru.
7. Guru meminta siswa mengerjakan latihan soal dengan dibimbing
8. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai penggunaan bilangan oksidasi untuk reaksi oksidasi dan reduksi.
C. Kegiatan Penutup
1 . Siswa (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
2. Guru memberikan tugas di rumah
PERTEMUAN KEEMPAT
a. Kegiatan Pendahuluan
© Motivasi dan Apersepsi:
* Bagaimana cara kerja air aki?
© Prasyarat pengetahuan:
* Apa yang dimaksud dengan reduktor dan oksidator?
b. Kegiatan Inti
1. Siswa berdiskusi dalam kelompok mengenai reduktor dan oksidator
2. Perwakilan siswa menjelaskan pengertian reduktor dan oksidator
3. Siswa memperhatikan contoh soal menentukan reduktor dan oksidator dalam reaksi redoks yang disampaikan oleh guru.
4. Guru memberikan beberapa soal menentukan reduktor dan oksidator dalam reaksi redoks untuk dikerjakan oleh siswa.
5. Guru mengoreksi jawaban siswa apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat siswa yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
C. Kegiatan Penutup
1. Siswa (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
2. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.
PERTEMUAN KELIMA/KEENAM
a. Kegiatan Pendahuluan
© Motivasi dan Apersepsi:
* Sebutkan peristiwa di sekitar kita yang melibatkan reaksi redoks.
* Bagaimana cam menuliskan tata nama senyawa menurut IUPAC? © Prasyarat pengetahuan:
* Bagaimana aplikasi konsep redoks dalam kehidupari sehari
* Bagaimana aturan tata nama JUPAC berdas&kan bilangan oksidasi?
b. Kegiatan Inti
1. Guru membimbing Siswa dalam pembentukan kelompok.
2. Siswa (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian reaksi autoredoks (reaksi
disproporsionasi).
3. Siswa memperhatikan penulisan reaksi autoredoks (reaksi disproporsionasi) yang disampaikan oleh guru.
4. Siswa dalam setiap kelompok mendiskusikan aplikasi konsep redoks dalam kehidupan sehari
5. Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan basil diskusinya di depari kelompok yang lain.
6. Guru menanggapi hasil diskusi kelompok siswaw dan memberikan informasi yang sebenarnya.
7 Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai tata nama JUPAC berdasarkan bilangan oksidasi (untuk senyawa biner da logam dan non-logam, senyawa biner da non-logam dan non-logam, senyawa yang mengandung ion poliatom, dan senyawa asam).
8. Siswa memperhatikan contoh soal penulisan tata nama senyawa berdasarkan bilangan oksidasi yang disampaikan oleh guru.
9. Guru memberikan beberapa soal penulisan tata nama senyawa berdasarkan bilangan oksidasi untuk dikerjakan o!eh Siswa
l0. Guru mengoreksi jawabari Siswa apakab sudah benar at& belum. Jika masih terdapat Siswa yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
c. Kegiatan Penutup
1 . Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
2. Siswa (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
3. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.
E. Sumber Belajar
a. Buku Kimia paket SMA, Ganeca dan Grafindo
b. Laboratorium
C. Lingkungan
d. Internet
F. Penilaian HasH Belajar
a. Teknik Penilajan:
- Testertulis
- Penugasan
b. Bentuk Instrumen:
- Tes PG
- Tes isian
- Tes uraian
- Tugas rumah
C. Contoh Instrumen:
- Contoh tes PG
Bilangan oksidasi Cr path senyawa K adalah....
a. +3 d.+6
b.+4 e.+7
c. +5
- Contoh tes isian
Menurut IUPAC, senyawa dengan rumus kimia N mempunyai nama ....
- Contoh tes uraian
Berdasarkan perubahan bilangan okidasi yang terjadi, tentukan zat yang teroksidasi, zat yang tereduksi, oksidator, dan reduktor pada reaksi berikut.
- Contoh tugas rumah
Carilah contoh pemecahan masalah lingkungan dari internet
Pontianak, 2 Januari 2008
Mengetahui
Kepala SMAN 2 Pontianak Guru Mata Pelajaran
Drs. H. Bunyamin Syf Elly Daryati, SHut
NIP. 131414161 NIP. 520015925
Label:buku, artikel, foto, slide
Pembelajaran
Thursday, October 9, 2008
Penggunaan Alat Laboratorium





Bab 2
Penggunaan Alat
Sebelum praktikum pilihlah alat-alat yang dibutuhkan selengkapnya sesuai dengan kapasitas, kegunaan, ketelitian yang diperlukan. Ketelitian alat maupun kapasitasnya berbeda-beda, begitu pun jenisnya. Ada alat yang sama kapasitasnya namun tingkat ketelitiannya tidak sama, atau cara mengoperasikannya ada yang konvensional dan ada yang serba automatis. Kalau alat yang Anda butuhkan tidak tersedia, maka Anda dapat saja memodifikasikan dari alat yang ada (jika perlu).
Sebelum mulai memakai alat tersebut, Anda teliti dulu apakah masih utuh, setnya lengkap, masih berfungsi, jika alat kaca apakah tidak retak, jika alat elektronik berapa voltasenya, jika masih ada lihat pula petunjuk pengoperasian dan cara mereperasinya.
A. PIPET DAN PENGGUNAANNYA
Pipet digunakan untuk memindahkan volume tertentu suaru cairan dalam juralah yang sedikit. Ada dua macam pipet yang banyak digunakan di dalam laboratorium, yaitu pipet ukur dan pipet volumetrik.
1) Pipet Ukur
Pipet ukur terdiri atas pipa kaca yang diberi skala Ujung bagian atas pipa atau ujung untuk mengisap cairan dibuat lebih kecil, sedangkan ujung bagian bawah dibuat runcing dengan lubarig yang kecil untuk memperlambat keluarnya zat cair.
Pipet ukur digunakan untuk memperoleh berbagai volume cairan dalam jumlah yang sedikit. Pipet ukur yang seringkali digunakan adalah pipet ukur berkapasitas: 5, 10, dan 25 ml.
Kalibrasi pipet ukur umumnya kurang teliti. Untuk pekerjaan kuantitatif sebaiknya digunakan buret, yang mempunyai kalibrasi yang tepat.
Label:buku, artikel, foto, slide
buku Praktik kimia
Monday, September 15, 2008
Buku Pembuatan Pereaksi kimia
BAB 1
KEAMANAN DAN KESELAMATAN DI LABORAORIUM
Keracunan dan kebakaran, luka serta kecelakaan lain dapat dihindarkan apabila dipatuhi aturan.
A. Sebelum mulai praktikum
1. Pakailah alat pelindung (jaslab, masker, kaca mata, sarung tangan) untuk melindungi pakaian dan tubuh Anda.
2. Kesadaran bahaya setiap saat jika bekerja kurang berhati-hati/ceroboh.
3. Kesadaran bahaya setiap bahan kimia sebelum mulai praktikum.
4. Kalau mau mencium gas yang berbau, janganlah secara langsung, tetapi kibaskanlah dengan tangan kearah kita.
5. Sebelum mengambil zat dari botol, bacalah dengan benar nama dan rumus zat. Kekeliruan dalam mengambil zat akan dapat berbahaya dan menimbulkan reaksi lain.
6. Patuhilah peaturan labor, karena pelanggarannya akan Anda rasakan dampak pada diri sendiri dan orang lain.
7. Bila akan mengambil zat dengan volume yang tepat, hendaklah diambil dari buret atau dengan pipet memakai bola hiasp.
8. Jika bekerja teratur, kemungkinan terjadinya kecelakaan lebih kecil daripada dalam keadaan meja kotor, alat-alat dan botol berantakan.
9. Tahu dan siap- apa yang harus dilakukan jika terjadi keadaan darurat, kebakaran, peledakan, dan sebagainya.
KEAMANAN DAN KESELAMATAN DI LABORAORIUM
Keracunan dan kebakaran, luka serta kecelakaan lain dapat dihindarkan apabila dipatuhi aturan.
A. Sebelum mulai praktikum
1. Pakailah alat pelindung (jaslab, masker, kaca mata, sarung tangan) untuk melindungi pakaian dan tubuh Anda.
2. Kesadaran bahaya setiap saat jika bekerja kurang berhati-hati/ceroboh.
3. Kesadaran bahaya setiap bahan kimia sebelum mulai praktikum.
4. Kalau mau mencium gas yang berbau, janganlah secara langsung, tetapi kibaskanlah dengan tangan kearah kita.
5. Sebelum mengambil zat dari botol, bacalah dengan benar nama dan rumus zat. Kekeliruan dalam mengambil zat akan dapat berbahaya dan menimbulkan reaksi lain.
6. Patuhilah peaturan labor, karena pelanggarannya akan Anda rasakan dampak pada diri sendiri dan orang lain.
7. Bila akan mengambil zat dengan volume yang tepat, hendaklah diambil dari buret atau dengan pipet memakai bola hiasp.
8. Jika bekerja teratur, kemungkinan terjadinya kecelakaan lebih kecil daripada dalam keadaan meja kotor, alat-alat dan botol berantakan.
9. Tahu dan siap- apa yang harus dilakukan jika terjadi keadaan darurat, kebakaran, peledakan, dan sebagainya.
Label:buku, artikel, foto, slide
Manajemen Laboratorium
Subscribe to:
Posts (Atom)
Entri Populer Pekan Ini
Link dalam Blog ini
| Buku & Artikel | Riset/Penelitian | Labor | Galery Foto |
| Buku Praktik Kimia | | Foto Kegiatan laboratorium Video dan Slide |