Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Sunday, March 16, 2014

Pembuatan Mie

Oleh Tarmizi

Mie merupakan makanan berbahan dasar tepung yang merupakan sumber karbohidrat. Makanan ini sangat terkenal di Indonesia, namun dipercaya berasal dari Cina. Sekarang banyak beredar mie instan di pasaran, sayangnya mie yang beredar di pasaran kurang baik kalau dikonsumsi setiap hari. Cara aman dalam mengkonsumsi mie adalah dengan membuat mie itu sendiri.
Mi atau mie adalah adonan tipis dan panjang yang telah digulung, dikeringkan, dan dimasak dalam air mendidih. Istilah ini juga merujuk kepada mi kering yang harus dimasak kembali dengan dicelupkan dalam air. Orang Italia, Tionghoa, dan Arab telah mengklaim bangsa mereka sebagai pencipta mi, meskipun tulisan tertua mengenai mi berasal dari Dinasti Han Timur, antara tahun 25 dan 220 Masehi. Pada Oktober 2005, mi tertua yang diperkirakan berusia 4.000 tahun ditemukan di Qinghai, Tiongkok.


Mie kuning
Mi adalah nama generik. Orang Eropa menyebut pasta (dari bahasa Italia) secara generik, dan noodl (bahasa Inggris) untuk pasta yang berbentuk memanjang. Namun begitu, di Eropa bahan baku mi biasanya dari jenis-jenis gandum, sementara di Asia bahan baku mi lebih bervariasi. Di Asia sendiri, pasta yang dibuat selalu berbentuk memanjang. Berbagai bentuk mi dapat ditemukan di berbagai tempat. Perbedaan mi terjadi karena campuran bahan, asal-usul tepung sebagai bahan baku, serta teknik pengolahan. Berikut ini adalah jenis-jenis mi (dan makanan dari mi) yang cukup dikenal.

Mi telur. Terbuat dari campuran terigu, telur, dan air. Berwarna kuning, bercita rasa gurih. Biasa dijual dalam kondisi kering dengan bentuk bulat ataupun pipih.

Bihun. Mi halus dari tepung beras. Warnanya putih dan teksturnya lembut. Biasa dijual dalam bentuk kering.

Dangmyeon. Mi Korea yang terbuat dari pati ubi. Warnanya abu-abu kecoklatan dan bening, dengan tekstur kenyal seperti karet. Umumnya dijual dalam bentuk kering di supermarket bahan Korea.

Suun. Terbuat dari pati kacang hijau. Suun berwarna bening, bertekstur kenyal, dan bila sudah matang terasa licin.

Misoa. Bentuknya mirip bihun, tetapi warnanya sedikit kusam. Mi berbahan terigu ini selalu dijual dalam bentuk kering.
Soba. Tepung buckwheat adalah bahan utama pembuat soba. Versi lain dari soba adalah cha-soba, soba yang telah ditambahkan teh hijau. Tersedia dalam bentuk kering ataupun basah.
Udon. Mi tebal berwarna putih yang terbuat dari terigu. Teksturnya padat dan kenyal. Tersedia dalam bentuk basah ataupun kering.
Banh pho. Mi khas Vietnam ini terbuat dari tepung beras. Bentuknya pipih mirip kwetiau, berwarna putih, dan teksturnya empuk.
Ramen. Mi yang berasal dari China, tetapi populer di Jepang. Terbuat dari terigu. Bentuknya keriting dan berwarna kuning. Biasa dijual dalam bentuk kering.
Kwetiau. Kwetiau adalah sejenis mi berwarna putih yang terbuat dari beras. Dapat digoreng ataupun dimasak berkuah.
Bahan alat-alat:
1.      Satu kg tepung terigu
2.      Dua garam soda kue (Na HCO3)
3.      Satu butir telur ayam
4.      Garam secukupnya
5.      Gincu kuning
6.      Ait
Cara kerja:
1.      Air, telur, garam, gincu diaduk sampai rata
2.      Adonan ini diambil sedikit demi sedikit dan tambahkan ke dalam tepung terigu, sambil diaduk sampai merata (kental)
3.      Dicetak, kalau alat pencetak tidak pakai pipa irisan
4.      Dikukus atau dimasukan ke dalam air yang mendidih ± 3 menit
5.      Dijemur sampai kering.
Untuk membuat mie yang kenyal, gunakan tepung terigu protein tinggi.
Saat membuat adonan jangan terlalu kalis, sebab saat diroll adonan jadi akan bertambah kalis. Apabila terlalu kalis pada saat menguleni akan menyebabkan mie menjadi liat, terlalu kenyal dan digigit tidak mudah putus.
Bentuk mie yang diproduksi jangan terlalu tipis karena akan menyebabkan mie mudah hancur atau menjadi bubur jika dimasak. Usahakan ketebalan mie sekitar 1.5 – 2 mm.
Aneka makanan untuk industri rumah tangga dimuat lengkap pada buku Kimia Terapan ISBN 978-602-8819-70-1

Tumbuhan Obat

Followers