Search This Blog

Loading...

Automatic translation of this blog page

Saturday, September 17, 2011

Apakah kita perlu mengkonsumsi vitamin lewat tablet dan suplemen?

Go to fullsize image

Sekarang kita harus mengoreksi cara pandang tentang vitamin yang dengan setia selalu dimakan setiap pagi, siang, dan sebelum tidur.  Apa yang Anda lakukan itu boleh jadi hanya memboroskan uang. Bolehjadi pula, vitamin konsumsi itu justru mencelakai anda.
Anda.
          Betapa galaknya vitaminjika salah urus telah dibuktikan sebuah tim peneliti di AS pada suplemen beta-karotin (senyawa yang kemudian diubah oleh tubuh menjadi vitamin A). Mereka.menemukan bukti, para perokok yang mengkonsumsi beta karotin dalam dososis tinggi lebih banyak terserang kanket paru-paru dibanding yang tidak mengkonsumsi suplemen tersebut.
          Ada penjelasan medis tentang senyawa yang justru diminum dengan harapan akan menghindarkan serangan kanker itu. Rupanya sebelum mengkonsumsi suplemen itu, pecandu rokok tersebut telah terserang bibit kanker paru-paru kendati secara mikroskopis (pemeriksaan mikroskopi/ujud) belum terpantau. Dan  beta karotin yang belakangan mereka makan, malah mendorong pertumbuhan bibit kanker tersebut.
          Kerap pula, kita sebenarnya tak perlu mengkonsumsi tablet vitamin. Soanyal Cukup denganmemakan ma kanan empat sehat lima sempurna yang sederhana saja, kita  sudah mendapat  vitamin yang dibutuhkan dalam jumlah yang cukup. Dan, jika Anda mengkonsumsi terlalu banyak vitamin, kelebihan yang Anda makan itu mubazir. Vitamin yang berlebih dalam tubuh itu akin dikeluarkari lewat air seni.
          Beberapa pecandu vitamin lainnya mengkonsumsi tablet vitamin lebih demi sekadar keinginan untuk menyediakan vitamin dalam jumlah cukup bagi tubuh. Mereka menganggap vitamin sebagai senjata pamungkas.
          Mereka pikir, dengan menelan vitamin setiap pagi, mereka akan mendapat perlindungan dari berbagai penyakit seperti jantung dan kanker tanpa perlu berupaya lebih keras. Mereka pun kemudian merasa tak harus memakan buah-buahan dan sayuran, melakukan olahraga setidaknya sejam sehari, berhenti merokok, mengurangi konsumsi makanan berlemak yang bisa mengakibatkan obesitas (kegemukan) dan problem kesehatan lainnya.
          Tapi, memang, memperoleh informast yang benar tentang  vitamin bukan soal gampang. Media masa terhitung cukup sering menghadirkan infomasi mengenai vitamin, namun informasi yang disajikah terkadang kurang akurat dan tidak lengkap.
          Sebagai contoh, baru-baru ini media massa memberitakan hasil studi terbaru bahwa mengkonsumsi vitimin E dalam dosis tinggi dapat  mengurangi nsiko temang berbagai jenis kanker. Tapi, pemberitaan itu tanpa menyertakan sisik-meliknya.
          Tak pelak, setelah membaca berita itu banyak orang mengonsumsi vitamin E dosis tinggi. Dan, pada  saat yang sama, nyawa mereka pun terancam karena vitamin E menghambat proses pembelcuan darah. Jika mereka itu terluka, atau keguguran, mereka akan kehilangan banyak darah dan malah nyawa karena pendarahan jadi sulit dihentikan. (Kompas, selasa 21 Mei 1997)
          Yang juga jadi penyebab utama salah urus itu adalah iklan yang se ringkali memberi penjelasan tak semestinya (tidak didasarkan pada bukti-bukti ilmiah) dan tak lengkap.  Namun, harus diakui pula, vitamin amat bermanfaat. Berdasarkan laporan kesehatan yang dipublikasikan secara luas di AS, suplemen vitamin maupun jejamuan kemungkinan bisa melindungi seseorang dari serangan sejumlah penyakit seperti jantung dan kanker.  Tak hanya itu, balita yang masih   menyusu ASI juga sangat memerlukan suplemen vitamin A, C.dan D. Tambahan vitamin itu sangat penting bagi pertumbuhan fisik dan kecerdasan si anak.
          Begitupun dengan wanita hamil dan menyusui. Mereka sangat dianjurkan mengkonsumsi mulnvitamin yang mengandung asam folat, zat besi, dan kalsium. Selain suplemen vitamin itu, mereka juga sangat disarankan untuk mengkonsumsi makanan bergizi.
          Para manula pun sangat membutuhkan suplemen vitamin karena proses penuaan telah mengurangi kemampuan tubuh dalam menyerap zat-zat gizi tertentu. Sementara itu, vitamin C dosis tinggi diduga mampu mengurangi risiko terkena batul empedu pada wanita. Dugaan kuat ini merupakan kesimpulan penting dari penelitian yang dipimpin oleh Dr. Mel A. Simon dari Universitas Califomia, San Francisco.
          Jadi, pemilihan vitamin atau multivitamin dari produk yang dipasarkan harus sesuai dengan kebutuhan tubuh. Overdosis dalam mengkunsumsi vitamin sangat berbahaya, karena dapat memacu atau merangsang penyakit lain serta kerusakan jaringan atau organ tubuh tertenu. Tidak mensuplai vitamin sama sekali juga tidaklah bijaksana, karena tubuh akan rentan terhadap penyakit dan proses metabolisme bisa terganggu.
          Kalau anda pernah mendapat obat dari puskesmas atau dokter, biasanya suplemen vitamin disertakan dalam obat utama, meskipun tablet yang anda terima tidak berlabelkan vitamin.
Go to fullsize image

Tumbuhan Obat

Followers