Automatic translation of this blog page

Thursday, April 8, 2010

ASPARAGUS


REBUNG ASPARAGUS ANTI KANKER?
Oleh Tarmizi, B.Sc, S.Pd

Asparagus dikenal sebagai sayuran yang lezat. Ternyata sayuran dalam bentuk rebung ini berkhasiat obat. Kandungan kimia zat berkhasiatnya dapat mengatasi berbagai gangguan kesehatan dan yang terpenting untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.
Asparagus ada beberapa macam. Yang biasa disayur adalah asparagus dengan nama ilmiah Asparagus officinalis varitas altitis dan varitas miritinus. Ada lagi asparagus spengeri. Sedangkan yang dimanfaatkan untuk obat adalah Asparagus cleriilus untuk obat pelancar air seni dan obat mencret serta impotent. Sedangkan Asparagus racemosus untuk penyakit paru-paru dan tenggorokan.
Kita memang tidak tahu pasti apakah asparagus khusus untuk obat seperti yang ditulis di atas sudah ada di Indonesia. Namun yang pasti, rebung asparagus sebagai sayuran (dijual di pasar sayur dan supermarket) banyak mengandung zat berkhasiat. Misalnya tiamin, riboflavin, niasin, dan asparagin.
Zat berkhasiat
Tiamin yang juga dikenal sebagai vitamin B1, merupakan kandungan yang bermanfaat untuk pencegahan penyakit beri-beri. Gejala penyakit ini, pada tahap dini menimbulkan rasa lemah dan berat pada tungkai, rasa nyeri, cepat tersinggung, cepat lelah, depresi, dan juga mengurangi konsentrasi serta daya ingat. Tahap selanjutnya bisa sesak napas setelah kerja jasmani, ganggua ritme dan pembesaran jantung. Untuk selanjutnya bisa menyebabkan beri-beri basah.
Riboflavin yang dikenal juga sebagai viamin B2, merupakan zat yang dapat mencegah sakit tenggorokan dan radang di sudut mulut. Selain itu juga berguna untuk penyembuhan radang pada lidah. Gejala kekurangan riboflavin sering ditandai dengan timbulnya dermatitis soboroik di wajah, anggota gerak, dan seluruh badan. Gejala pada mata adalah fotobia, lakrimasi, gatal dan panas. Malah dapat pula menimbulkan katarak pada kornea mata.
Niasin, atau asam nikotinat dikenal sebagai pencegah penyakit pellagra. Gejala penyakit ini atau kekurangan niasin ditandai dengan kelainan pada kulit, saluran cerna, dan kelainan pada system syaraf pusat. Pada kulit tampak adanya pembengkakan disertai lidah, mual, muntah, stomatis serta enteritis. Gangguan pada syaraf pusat ditandai dengan gejala sakit kepala, insomnia (susah tidur), bingung dan kelainan psikis seperti halusinasi, delusi dan demensia pada keadaan lanjut.
Asparagin adalah zat yang paling menarik daripada yang telah diuraikan di atas. Asparagin merupakan asam amino non-esensial, yakni bisa dihasilkan oleh tubuh. Lalu apa kaitanya dengan antikanker? Mestinya dijelaskan oleh para farmakolog atau dokter. Namun begitu, akan kita ulas secara ringkas.
antikanker
Mungkin asparagin yang datang dari luar (dari rebung asparagus misalnya), bersifat sebagai pengurai asparagin yang diproduksi tubuh. Hasil uraiannya menjadi asam aspartat dan ammoniak. Sifat seperti ini adalah sifat asparaginase, suatu enzim yang aktif melawan tumor/kanker. Semantara itu sel kanker memanfaatkan asparagin sebagai makanannya. Karena adanya penguraian, akibatnya sel kanker berhenti tumbuh, atau kehilangan kapasitas untuk mensintesis asparagin. Akhirnya sel kanker akan mati cepat atau lambat.
Fungsi lain dari asparagin adalah memperlancar keluarnya air seni atau bersifat diuretic. Karena sifat ini, semua zat buangan dari dalam tubuh dapat ikut hanyut keluar melalui air seni. Karena diuretic dan proses pengeluaran tersebut terjadi pada ginjal, maka otomatis asparagin juga dapat merawat ginjal dan sekaligus mencegah timbulnya gangguan ginjal. Andaikan zat buangan terus menumpuk di injal, bukan tidak mungkin akan mengganggu organ lain dalam tubuh.
Di Pittsburgh seorang dokter gizi bernama Richard Vensel telah berhasil menyembuhkan kanker pasiennya pada kelenjar getah bening dengan terapi asparagus. Vensel bekerjasama dengan seorang ahli kimia, Karl Lutz. Menurut Lutz, asparagus mengandung histon, dan kaya akan asam folat dan asam nukleat. Kemungkinan kandungan itulah yang berkhasiat. Lutz menganjurka pada pasien kanker untuk makan puree asparagus empat sendok makan, dua kali sehari, pagi dan sore. Puree dari sekaleng asparagus dilumatkan sampai halus. Lalu puree asparagus tersebut dimasak di atas api sebentar, baru boleh dimakan (Tarmizi, multi sumber).

Tumbuhan Obat

Followers