Automatic translation of this blog page

Tuesday, October 22, 2019

Pembuatan Petis Ikan dan Udang


"Cara pembuatan petis dari ikan dan udang"
Terbit07 September 2007Dibaca14,495 kaliKomentar2 KomentarKategori:Kategori lainnya,Kuliner, Peluang BisnisIde Bisnis:,,, , 
petis 300x245 Pembuatan Petis Ikan dan UdangI. Langkah Kerja
A. Bahan Baku dan Bumbu
1.Petis udang /ikan adalah hasil pengolahan kaldu / sari udangatau
ikan yang diberi bumbu-bumbu,sehingga berbentuk pasta yang berwarna
cokelat kehitaman dan mempunyai aroma yang khas.
Petis dapat dibuat dari :
- Udang / ikan
- Sisa-sisa udang pemanfaatan limbah kepala dan kulit dan
- Sari ikan dari pembuatan pindang
2. Bumbu
Pada pembuatan petis ikan dan udang, bumbu-bumbu yang ditambahkan adalah gula merah / putih dan garam. Untuk mempercepat proses pengentalan dan memperbaiki konsentrasi dapat ditambah bahan-bahan pengental, seperti tepung beras, tapioka atau air tajin.
B. Proses Pengolahan
ada 2 cara pengolahan petis, yaitu yang berasal dari sari udang dan daging
udang / ikan
1.Cara pengolahan petis dari sari udang
a.Bersihkan dan cuci udang / sisa-sisa kepala dan kulit udang
b.Rebus dengan air hingga mendidih ( untuk 0,5 kg udang direbus
dalam 2 liter air selama 40 – 45% menit )
c.Saring air rebusan tersebut dan beri bumbu-bumbu, seperti : gula
dan garam
d.Panaskan kembali hingga mengental dan berbentuk pasta
e.Dinginkan dan masukkan dalam wadah plastik atau botol
2. Cara pengolahan dari daging udang / ikan
a.Udang dicuci bersih dan ditumbuk halus kemudian diremas-remas
dengan tangan sambil diberi air dan disaring
b.Lakukan pekerjaan ini sampai 3 kali
c.Sebagai pedoman, untuk 0,5 gr udang diperlukan 3 liter air yang
pengunaannya bertahap sebanyak 3 kali yang diperlakukan sama sepertu di
atas
d.Hasil saringan dipanaskan sambil diberi bumbu garam dan dan gula
merah secukupnya sampai mengental
e.Dinginkan dan tempatkan dalam wadah plastik / botol
C. Penyajian
Biasanya petis dikonsumsi sebagai bumbu sambal pada rujak buah /
sayur, sebagai teman makan tahu atau juga untuk bumbu tambahan pada
nasi goreng.
sumber gambar:

Pembuatan Abon Ikan


abon Pembuatan Abon IkanLangkah Kerja
A. Prinsip Pembuatan Abon Ikan
Pada prinsipnya abon ikan merupakan suatu metode pengawetan dengan kombinasi antara perebusan / pengukusan dan penggorengan serta penambahan bumbu-bumbu tertentu. Produk yang dihasilkan mempunyai tekstur yang lembut, rasa dan aroma yang khas. Abon ikan bisa digunakan untuk teman makan nasi, teman makan roti, dll
B. Bahan Baku
Biasanya abon dibuat dari daging sapi atau daging kerbau, akan tetapi di beberapa daerah Sulawesi, banyak dijumpai abon ikan. Pada umumnya abon ikan dapat dibuat dari daging ikan cakalang/ikan tongkol, ikan tuna dan ikan cucut. Bila menggunakan ikan cucut, setelah ikan disiangi kemudian dipotong-potong, sebaiknya direndam dalam air bersih (kalau bisa air yang mengalir) untuk menghilangkan bau amoniak (NH3)
C. Membuat Abon Ikan
1.Bahan dan Bumbu
- daging ikan yang sudah disuwiri 500 gram
- garam 3% 15 gram
- gula merah 150 gram
- ketumbar 10 gram
- bawang merah 75 gram
- laos 5 gram
- jahe 10 gram
- sereh 3 tangkai
- bawang putih 10 gram
2. Cara membuat abon ikan
a. Penyiangan
Ikan disiangi yaitu pada bagian isi perut dan kepala, bila perlu dipotong-potong untuk memudahkan pengukusan kemudian dicuci sampai bersih.
b.Pengukusan
Ikan dikukus sampai matang untuk memudahkan pengambilan daging dan memisahkan dari tulang dan duri, kemudian ditumbuk / dimemarkan hingga menjadi suwiran-suwiran / serpihan daging ikan.
c. Pemberian Bumbu
Bumbu-bumbu yang dihaluskan, kemudian dicampurkan dengan yang telah disuwir-suwir hingga merata.
d. Penggorengan
Daging ikan yang telah dicampur dengan bumbu kemudian digoreng dengan minyak, bisa juga menggunakan santan kelapa yang kental. Aduk-aduk sampai kering (terasa ringan bila daging diaduk-aduk) dan berwarna kuning kecokelatan.
e. Pengepresan
Abon yang sudah matang dimasukkan ke alat pengepres abon sampai minyaknya tuntas, kemudian diambil dengan menggunakan garpu.
sumber gambar: http://tidakmenarik.files.wordpress.com/2009/03/abon.jpg

Wednesday, January 30, 2019

kandungan logam daun sirsak















 
               


 






 


 






 


 






 


 






 


Nama Sampel    :  Daun Sirsak   Tanggal analisa: 25-Sep-18  


Costumer:   
operator :   Tarmizi, B.Sc., S.Pd., M.Pd


call  number:

call  number: 0852 6369 3264  


e-mail :  @gmail.com
e-mail :  tarmizi.mipaunp@gmail.com


Ka Lab kimia: Dr. rernat. Jon Efendi  M.Si   Wali alat  : Dr. Hardeli. M.Si  














Element Geology Oxides


Compound Conc Unit Compound Conc Unit Compound Conc Unit


Mg 3.308 % MgO 4.568 % MgO 4.566 %


Si 5.456 % SiO2 9.329 % SiO2 9.324 %


P 5.402 % P2O5 9.567 % P2O5 9.561 %


S 4.754 % SO3 8.872 % SO3 8.866 %


Cl 5.618 % Cl 3.985 % K2O 14.445 %


K 17.964 % K2O 14.459 % CaO 47.896 %


Ca 55.623 % CaO 47.951 % MnO 0.042 %


Mn 0.057 % Mn 0.032 % Fe2O3 0.212 %


Fe 0.262 % Fe2O3 0.212 % ZnO 0.045 %


Zn 0.063 % Zn 0.036 % SeO2 0.001 %


Se 0.001 % Se 0.001 % Rb2O 0.034 %


Br 0.041 % Br 0.023 % SrO 0.049 %


Rb 0.055 % Rb 0.031 % Ag2O 0.953 %


Sr 0.073 % Sr 0.041 % Eu2O3 0 %


Ag 1.319 % Ag 0.891 % Cl 3.982 %


Eu 0 % Eu 0 % Br 0.023 %


Re 0.003 % Re 0.002 % Re 0.002 %






ttd mizi.png,Stempel Lab2.png,ttd mizi.png,Stempel Lab2.png








   
 

 















Ket. Element  : dihitung hanya sebagai unsur







Geology : keadaan alami sampel   






Oxides    : dihitung sebagai oksida











Supervisor: Tarmizi, B.Sc., S.Pd., M.Pd


Tumbuhan Obat

Followers