Automatic translation of this blog page

Friday, June 22, 2012

Pembuatan Kerupuk Jangat


Kerupuk Jangat alias kripik kulit
Bahan:
1.      Kulit lembu/kerbau
2.      Garam
3.      Minyakgoreng
Cara kerja:
1.      Godoklah kulit lembu/kerbau dengan garam secukupnya
2.      Setelah berapa lama kulit tersebut akan mengembung dan lepaskan kulit luarnya (bulu-bulu)
3.      Potonglah kecil-kecil dan keringkan sampai 2-3 hari (dijemur)
4.      Goreng pertama kali sampai merapung diatas minyak dan segera diambil
5.      Penggorengan pertama tersebut, belum sampai membesar. Jika kita goreng kedua kalinya maka kerupuk jangat tersebut akan membesar dan siap untuk dimakan.

Pembuatan Bihun


Bihun atau mihun merupakan nama salah satu jenis makanan dari Tiongkok, bentuknya seperti mi namun lebih tipis. Dalam bahasa Inggris disebut rice vermicell atau rice noodles atau rice sticks. Bihun berasal dari bahasa Tionghoa, yaitu “Bi” artinya beras dan “hun” artinya tepung. Bahan baku bihun sendiri terbuat dari tepung beras. Makanan tersebut sangat terkenal dari negara Cina dan Asia Selatan, seperti India.

Strands of bihon vermicelli (http://id.wikipedia.org/wiki/Mihun)

Bahan:
1.      Beras
2.      air bersih
3.      penumbuk
4.      pengukus
5.      cetakan
Cara kerja:
1.      Beras direndam satu malam
2.      Kemudian digiling (ditumbuk) menjadi tepung
3.      Tepung + sedikit air panas dan diaduk sampai rata
4.      Dicetak, dikukus lalu dijemur.



Pembuatan Kecap bungkil kacang



Kecap
adalah bumbu dapur atau penyedap makanan yang berupa cairan berwarna hitam yang rasanya manis atau asin. Bahan dasar pembuatan kecap umumnya adalah kedelai atau kedelai hitam. Namun adapula kecap yang dibuat dari bahan dasar air kelapa yang umumnya berasa asin. Kecap manis biasanya kental dan terbuat dari kedelai, sementara kecap asin lebih cair dan terbuat dari kedelai dengan komposisi garam yang lebih banyak, atau bahkan  ikan laut. Selain berbahan dasar kedelai atau kedelai hitam bahkan air kelapa, kecap juga dapat dibuat dari ampas padat dari pembuatan tahu.
Kecap
Kecap ada beberapa macam antara lain:
a.       kecap bangkil kacang
b.      kecap air kelapa dan kecap air kedelai
c.       kecap ikan
Bahan alat-alat:
a.       Bungkil kacang
b.      air bersih
c.       penyaring
d.      ayakan
e.       kantong kain
f.       garam
g.       penanak
h.      tampah
i.        cendawan oncom Monilia Sithopia
Bungkil kacang adalah kacang yang sudah diambil minyaknya, tetapi bangkil kacang ini masih cukup mengandung lemak, zat tepung dan zat gula, protein.
Cara membuatnya:
1.      Bungkil kacang di rendam semalam suntuk dalam air bersih, lalu disaring dan diayak.
2.      Bersihkan kulitnya kemudian buanglah sebagian air yang diserap bungkil itu, bungkil yang segar ini dimasukkan ke dalam kantong kain atau tanggk dulu.
3.      Tindih dengan batu dan biarkan airnya keluar terperas, bungkil menjadi kesat.
4.      Bungkil yang sudah kesat langsung ditanak seperti menanak nasi selama 1 ½ Jam atau sampai masak. Bungkil yang sudah masak ini diserakkan diatas tampah. Jaga jangan mengempal, jemur seperlunya agar benar-benar menjadi kesat. Bila sudah dingin biarkan cendawan Monilia Sithopia.
5.      Dicampur rata dengan bungkil, cendawan ini ialah cendawan merah jingga yang tumbuh pada oncom. Ambil saja dari oncom dan taburkan rata pada bungkil itu.
6.      Bungkil yang telah ditaburi cendawan oncom ini kita peram, dengan menutupinya pakai daun waru atau daun pisang. Lindungi dengan tampah tumpukan diatas rak. Peram selama satu malam keesokan harinya peraman bungkil tadi dibalikkan untuk memperbaharui hawa dijaga agar tidak melebihi 30o C. Peraman ini berlangsung selama 3 hari 3 malam. Hasil kecap bergantung dari hasil cendawan ini, bila tumbuhnya bagus, maka mutu kecap itupun akan tinggi.
7.      Bungkil bercendawan itu, dijemur sampai kering betul. Buang bulu atau benang cendawan itu, dijemur sampai kering betul. Buang bulu atau benang cendawan itu, tampi dan tiupkan angin sampai bungkil bersih dari bulu cendawan, lama menjemur bungkil setidak-tidaknya 3 hari, ada yang menjemur siang hari dan diperembunkan malam harinya. Hal ini berlangsung selama satu minggu dan 2 minggu, 3 minggu bahkan ada yang 1 bulan. Terjadilah proses permentasi yang mendalam.
8.      Bungkil yang sudah bersih terus direndam dalam air garam . kepekatannya 30% smpai 40% yaitu 300 gram sampai 400 gram garam larutkan dalam 1 liter air bersih. Biarkan bungkil hasil permentasi ini terendam dalam larutan garam sampai menjadi kecap. Kita saring air rendaman itu dengan kain blacu halus, air hasil saringan itulah kecap.. kecap bungkil kacang asin tentunya. Supaya ada rasa manis dan baru wangi seperti kecap yang dijual, kita beri gula aren dan aneka bumbu, lengkuas, asam, serai, biji adas atau perhkak cina, ikan asin, akar rumput. Kecap berbumbu itu akan kita masak sekali lagi sampai mendidih, baru disaring sekali lagi bila sudah dingin supaya tahan lama tidak cepat bercendawan, bubuhkan bahan pengawet natrium benzoat sebanyak 0,1%.

Pembuatan Telur Asin


Telur asin adalah istilah umum untuk masakan berbahan dasar telur yang diawetkan dengan cara diasinkan (diberikan garam berlebih untuk menonaktifkan enzim perombak). Kebanyakan telur yang diasinkan adalah telur itik, meski tidak menutup kemungkinan untuk telur-telur yang lain. Telur asin baik dikonsumsi dalam waktu satu bulan (30 hari).
Panganan ini bersifat praktis dan dapat dipadukan dengan berbagai masakan misalnya nasi jamblang, dan nasi lengko, bahkan dapat pula dimakan tanpa nasi. Nelayan yang melaut atau orang yang bepergian untuk waktu lama biasa membawa telur asin untuk bekal.

Tumbuhan Obat

Followers